Yuk Ngemil
Rabu, 06 Juli 2016
Indonesia dan Malaysia Dalam Waspada, ISIS Nyatakan Perang
Kuis Online - Ada seorang pria membawa senjata dikelilingi oleh anak-anak. Tak jauh dari lingkaran itu, seorang remaja berdiri dari grup militan yang memegang AK-47.
Itu adalah bagian dari rekaman terbaru kelompok yang mengklaim dirinya ISIS.
Dalam video yang beredar, pria itu mengacung-acungkan telunjuknya dan berkata-kata dengan campuran bahasa serta aksen Melayu. Ia lantas memuji Tuhan dan menunjuk anak-anak itu dan menyebut mereka sebagai tentara Tauhid (Tentara yang ditunjuk Tuhan).
Si pria menyebut-nyebut pihak otoritas nusantara terutama Indonesia dan Malaysia. Demikian dilansir dari Straits Times, Selasa (5/7/2016).
“Dengar ya… Kami tak lagi warga negara kalian, dan membebaskan diri dari Anda,” kata pria itu kepada kamera sambil memegang paspor Malaysia.
“Atas izin Tuhan dan bantuannya, kami akan mendatangi Anda dengan kekuatan militer yang tak pernah Anda bayangkan. Seperti janji Tuhan,” lanjutnya.
Rekaman itu diduga rekaman teranyar ISIS. Pria tersebut juga akan menggulingkan kedua pemerintahan dan pemimpin negara itu jika tidak mengikuti prinsip dan hukum Islam.
Tak lama kemudian, ia melemparkan paspornya ke lingkaran anak-anak tentara ISIS itu.
Seorang anak muda maju dengan korek perak dan membakar dokumen tersebut.
Adegan lantas berpindah ke ruangan kelas, memperlihatkan anak-anak dengan peci belajar kitab suci. Diawasi seorang dewasa memakai baju militer.
Lantas gambar berpindah memperlihatkan anak-anak latihan perang.
Rekaman juga memperlihatkan anak-anak latihan menembak. Tak jauh dari sana, terlihat seorang pria memakai sorban cokelat muda sambil berteriak takbir.
Info Ini Dipersembahkan Oleh : Judi Online - Agen Poker - Agen Casino - Slot Games - Casino Online - Poker Online Indonesia
Terkait ‘Meme Lebaran Diundur Tiga Tahun Lagi’, tvOne Mengaku Dizalimi Netizen
Kuis Online - Beredarnya meme yang jadi viral di media sosial terkait tudingan salah ketik 2016 jadi 2019 yang menuai olok-olok netizen diklarifikasi oleh tvOne, Selasa (5/7/2016).
Seperti dikutip dari VIVA.co.id Tim redaksi tvOne membantah keras gambar beredar terkait kesalahan penulisan tanggal sidang itsbat untuk hari raya Idul Fitri 2016.
Redaksi tvOne melakukan verifikasi dan memastikan bahwa tvOne tidak melakukan kesalahan.
“tvOne kembali didzalimi terkait meme yang beredar di media sosial soal sidang itsbat. Ini editan,” kata Manager Humas tvOne Raldy Doy seperti dikutip dari VIVA.co.id.
Menurut Raldy, gambar yang beredar tersebut telah mencoreng tvOne.
Ia memastikan hal itu dilakukan orang yang tidak bertanggungjawab.
“Orang ini telah mengedit tayangan tvOne untuk tujuan negatif. Dari pemeriksaan kami, tayangan aslinya tidak seperti itu,” imbuh Raldy.
Di media sosial, memang beredar massal sebuah gambar yang menampilkan tayangan breaking news tvOne soal pengumuman hasil sidang itsbat untuk penentuan jadwal idul fitri 2016.
Namun sayangnya dalam gambar yang beredar, tertulis bahwa 1 syawal atau hari pertama Idul Fitri yang menjadi pertanda berakhirnya puasa Ramadan justru tertulis Rabu 6 Juli 2019.
Meme ini pun menjadi viral dan menjadi hujatan serta kritik netizen.
Padahal, sejatinya gambar itu merupakan hasil edit dan dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.
Harya Hidayat, Direktur Coorporat Communication tvOne pun juga telah memastikan bahwa gambar tersebut tidak bertanggungjawab.
Dan ditujukan untuk hal negatif terhadap kredibilitas tvOne. “Tayangan asli tertulis benar tahun 2016,” katanya
Info Ini Dipersembahkan Oleh : Judi Online - Agen Poker - Agen Casino - Slot Games - Casino Online - Poker Online Indonesia
Siapa Bilang Ahok Larang Takbiran Keliling? Jangan Bikin Fitnah!! Ini Dia Cerita Yang Sebenarnya…
Kuis Online - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengimbau kepada warga Jakarta dapat merayakan malam takbiran dengan tertib dan sesuai aturan yang berlaku.
Ahok tidak sepakat dengan seruan ormas Front Pembela Islam (FPI) yang mengajak masyarakat melakukan takbiran keliling Kota Jakarta.
“Memang FPI resmi ya? Resmi tidak sih ormasnya? Takbiran tidak usah pakai nama FPI dong. Takbiran, takbiran saja,” ujar Ahok di Terminal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Senin (4/7/2016).
Ahok menyerahkan sepenuhnya pengawasan, keamanan dan ketertiban malam takbiran kepada Polda Metro Jaya.
“Tanya sama Dirlantas. Bukan kita itu (kewenangannya). Tanya nih langsung ke Pak Dirlantas,” ujarnya sambil menunjuk Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Syamsul Bahri, yang berada di sebelahnya.
Syamsul mengatakan, kegiatan malam takbiran nanti sudah ada standar operasional dan prosedur (SOP) yang akan diberlakukan.
Menurutnya, masyarakat hanya boleh melakukan takbiran keliling di sekitar kawasan tempat tinggal mereka masing-masing.
“Jadi memang kita sudah ada SOP-nya, sudah dibagi per wilayah. Jadi sudah tidak ada, misalkan Jakarta Timur malam Lebaran ke Jakarta Barat. Bolehnya di Jakarta Timur saja, atau zonanya. Kita sudah buat zona. Jadi tidak ada yang crossing(keluar zona),” katanya.
Untuk itu dia mengimbau warga patuh terhadap kebijakan yang akan diberlakukan tersebut. Sehingga keamanan dan ketertiban dapat terjaga.
“Memang semuanya kan katanya nanti ada yang mengajak ke Bundaran HI. Jadi kami imbau masyarakat, saudara-sauadara saya yang mau ikuti malam takbiran, supaya malam takbirannya di wilayah masing-masing. Tidak boleh arak-arakan, tertib lalulintas harus dijaga,” imbuhnya.
Guna mengantisipasi hal itu, Syamsul mengatakan, pada malam takbiran nanti akan ada 6.252 petugas gabungan dari Polda Metro Jaya, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, dan Satpol PP DKI Jakarta yang akan disiagakan di jalan-jalan dan sejumlah pusat keramaian lainnya di Ibukota.
“Jadi masing-masing petugas sudah ada perwira penanggungjawabnya. Total petugas gabungan yang dikerahkan di Jakarta itu, semuanya 6.252. Gabungan dengan TNI juga Dishub semuanya, termasuk Satpol PP,” tuturnya.
Masih Ingat berita Ahok melarang siswi sekolah negeri pakai jilbab? Padahal yang sebenarnya adalah Ahok melarang guru untuk memaksa muridnya berjilbab. Sama halnya dengan perihal takbir keliling. Pemrov tidak melarang takbir keliling. Yang dilarang adalah takbir keliling DKI Jakarta. Takbir keliling yang dianjurkan pemrov adalah takbir keliling per zona wilayah.
Begitulah, pandainya media memainkan judul berita untuk menjatuhkan orang lain. Semoga pembaca menjadi cerdas, tidak langsung menjudge sesuatu hal sebelum menemui titik jelas dan terang!
Info Ini Dipersembahkan Oleh : Judi Online - Agen Poker - Agen Casino - Slot Games - Casino Online - Poker Online Indonesia
12 Orang Meninggal Setelah Terjebak Kemacetan
Kuis Online - Sebanyak 12 orang meninggal dunia setelah terjebak macet di Brebes. Menhub Ignasius Jonan meyakini bahwa mereka meninggal karena memiliki penyakit, bukan efek macet.
“Orang meninggal bisa dengan cara macem-macem. Kalau ada yang mengutip ada yang meninggal karena macet kok saya baru tau ini seumur hidup saya? Begini, kalau tidak mengidap penyakit sebelumnya, saya kira enggak akan meninggal,” ujar Menhub Ignasius Jonan di sela menghadiri open house di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (6/7/2016).
Tetapi Jonan tak memungkiri bilamana ada korban meninggal akibat kecelakaan. Dia yakin orang dengan kondisi fit tetap akan sehat meski terjebak macet berjam-jam.
“Ada yang bilang macet 12 jam dehidrasi, kalau puasa berapa jam? Lebih saya kira 12 jam, buktinya enggak apa-apa juga,” imbuh Jonan.
Sebelumnya Kadis Kesehatan Kabupaten Brebes Sri Gunadi juga menyebut faktor kesehatan adalah penyebab utama seseorang meninggal setelah terjebak macet.
“Karena mungkin yang jelas sudah punya penyakit bawaan, kemudian diikuti perjalanan yang begitu bikin stres orang lebih dari 20 jam ke atas dari Jakarta sampai Brebes,” ujar Sri Gunadi.
Info Ini Dipersembahkan Oleh : Judi Online - Agen Poker - Agen Casino - Slot Games - Casino Online - Poker Online Indonesia
Ini Kebohongan Seputar Bom Madinah Diungkap WNI dari Masjid Nabawi
Kuis Online - Tragedi bom Madinah menganggu ketentraman umat Islam yang tengah menjalankan Ramadhan jelang Idul Fitri. Banyak informasi simpang siur atas tragedi bom yang dikabarkan meledak di dekat Masjid Nabawi.
Seorang warga negara Indonesia (WNI), Fathuddin Ja’far, menulis panjang fakta-fakta seputar tragedi bom di Madinah.
Berikut tulisan Fathuddin Ja’far atas peristiwa pemboman di Madinah.
Bom di Madina, Finah Apalagi yang Diarahkan kepada Umat Islam?
Berita bom yang terjadi di Madinah tadi saat berbuka tersebar secepat kilat ke seluruh penjuru dunia dan menjadi berita terbesar sejagad melebihi apa yg terjadi di Turki beberapa hari lalu.
Banyak pesan singkat masuk dari sahabat di tanah air menanyakan kabar kami karena mereka khawatir kami terganggu kenyamanan ibadah ataupun bisa kena musibah. Semoga Allah lindungi…
Kami yang setiap hari berbuka di dalam Masjid Nabawi atau di pelatarannya dengan jumlah sekitar 2 juta shoimin dan mu’takifin tidak terganggu sama sekali dan bahkan salah seorang sahabat i’tikaf sempat mensyuting peristiwa tersebut dan terlihat cukup jauh dari lokasi Masjid Nabawi. Kami hanya melihat kepulan asap spt ada kebakaran di seberang Baki’, makam para Sahabat Rasulullah. Tak ada suara ledakan apapun yg terdengar.
Saking jauh dan tidak mengganggunya peristiwa tersebut, shalat Isya dan tarawih berjalan seperti biasa. Saya sengaja masuk ke dalam Masjid Nabawi sehingga mendekati posisi Raudhah. Tak ada seorangpun yang saya temukan berdiskusi masalah bom tersebut, apalagi dalam keadaan bingung.
Sebab itu saya berkesimpulan: Jangan-jangan mereka gak tau ada peristiwa tersebut karena memang jauh dari areal Masjid Nabawi.
Naluri media dan teori konspirasi saya muncul saat pesan-pesan singkat masuk ke hape via WA yang isinya mengkhawatirkan atau meverifikasi apakah benar ada bom meledak di Masjid Nabawi.
Tentu saya kaget tak kepalang. Saya langsung putuskan untuk shalat tarawih 8 rakaat saja dan segera keluar dari Masjid Nabawi sambil memfoto dan merekam suasana shalat taraweh malam yg ke 30 di Masjid Rasul yg sanagt dicintai umat Islam itu. Saya foto sejak dari dalam sampai keluar Masjid dan suasanaya sedikitpun tdk berubah dari malam-malam sebelumnya.
Saya buka internet sambil jalan. Ternyata dunia maya sudah heboh sekali. Sampai saya di kamar hotel tempat kami memginap stasiun tv Al-Rabiya, milik Yahudi yang sangat populer beberapa tahun belakangan yang muncul sengaja menyaingi Al-Jazeerah.
Filing media dan konspirasi saya benar. Saya lihat pembawa berita live sedang mewawancara Menteri Wakaf Mesir dan beberapa pengamat masalah Timur Tengah lainnya via telpon. Semua mereka mengutuk kejadian bom tersebut.
Ada beberapa hal dan fakta yg membuat saya yakin bahwa umat Islam (khususnya sejak kasus WTC 2001) sedang mengahadapi konspirasi tingkat tinggi yg sedang dijalankan oleh kelompok anti Islam global :
1. Beritanya sangat dibesar-besarkan dan diekspos sedemikian rupa secara serentak oleh seluruh media, termasuk medsos bersamaan dengan saat peristiwa bom terjadi. Seakan mereka sudah saling tau atau tukar informasi sblm kejadian. Begitu juga dg kejadian2 bom di wilayah lain di seluruh negeri Mulism.
2. Pembawa berita di tv Al-Arabiya dan semua tokoh yg diwawancara langsung dapat memastikan pelakunya, yaitu yang mereka namakan kelompok teroris Islam. Padahal penyelidikan dari pihak berwajib di Saudi belum memulai kerjanya.
3. Baik materi berita yg diangkat, redaksi wawancara dan runing teks di tv Al-Arabiya sangat propokatif dan terlihat sekali kebohongannya, seperti : Para teroris itu tdk ada agamanya karena mereka berani membom tempat-tempat suci, bahkan di depan pintu Masjid Nabawi. Sebab itu, dunia internasional harus bekerjasama menghadapi/memerangi mereka dan berbagai ungkapan lainnya.
3. Seperti biasa, provokasi dan kebohongan itu mereka dukung dg tampilan rekayasa gambar dan vidio kejadian.
Saya katankan pada sahabat yg nonton Al-Arabiya bersama, demi Allah, ini adalah kebohongan media kaum kafir kapan saja dan di mana saja. Bom yg terjadi jauh dari Masjid mereka syuting dari arah gerbang utama Masjid Nabawi. Kemudian dizooming sehingga sekakan kejadiannya di samping Masjid Nabawi dan pembawa beritanya bilang: Bom terjadi depan pintu gerbang Masjid Nabawi.
Kalau ucapan perempuan pembawa acara itu benar, kami mungkin sudah luka atau mungkin juga tewas karena dari sebelum berbuka sampai shalat magrib tadi puluhan ribu jamaah persis berada depan gerbang utama Msjid Nabawi karena tidak bisa masuk ke dalam saking banyaknya jamaah.
Dari kejadian bom Madinah ini, saya semakin yakin bahwa umat Islam sekarang sedang menghadapi fitmah dan konspirasi dari segala arah yang sangat luar biasa dari musuh-musuh Allah dan musuh-musuh mereka dg menggunakan segala cara keji dan kebohongan agr umat ini tdk bisa bangkit dari kelemahan dan keterpurukan mereka.
Sebenarnya hal tersebut sangat wajar karena Allah dan Rasulullah telah mengingatkan akan hal tsb dlm banyak ayat dan hadits..
Pertanyaanya ialah: Kapan umat ini, wabil khusus para pemimpin negeri Muslim sadar? Hanya Allah Yang Maha Tahu.
Kemudian, yakinlah rekayasa dan konspirasi kaum kafir dan para bonekanya tdk akan selalu berhasil karena mereka pada hakikatnya sdg berhadap2an dg Allah yg MAHA DAHSYAT REKAYASA-NYA karena di Tangn-Nya kendali jagad raya ini.
Yaa Allah aku sudah sampaikan… Aku sudah sampaikan… Aku sudah sampaikan. Maka saksikanlah….
Samping Masjid Nabawi, Malam 30 Ramadhan 1437 H
Hamba-Mu yg berharap ampunan, kasih sayang dan syurga-Mu
Fathuddin Ja’far
Info Ini Dipersembahkan Oleh : Judi Online - Agen Poker - Agen Casino - Slot Games - Casino Online - Poker Online Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)




